Kelas Alam: Kebun Binatang Surabaya

Kelas Alam KBTK Al Ihsan

Kelas Alam KBTK Al Ihsan

Sabtu pagi, 29 Nopember 2008, rombongan siswa KBTK Al Ihsan bersama para ustadzah dan beberapa orang tua mengadakan kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu kurikulum belajar mengajar sekolah. Dalam kesempatan itu siswa-siswa dikenalkan dengan berbagai ragam jenis binatang yang ada disana. Acara dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan, dipandu oleh ustadzah yang berkompeten di bidangnya.

Istirahat dan Makan Bersama

Istirahat dan Makan Bersama

Leave a comment »

Salahnya Kodok?

Anda atau pengasuh anak Anda pernah mengalami kejadian seperti ini…..??

1. Anak Anda tersandung sesuatu, nangis, lalu Anda atau pengasuh anak Anda menenangkan anak sambil mengucapkan: “Udah…, cep, cep, cep,….diam…!! Tuh, kodoknya udah lari…!”

2. Anak Anda jatuh, nangis, lalu Anda atau pengasuh anak Anda memukul-mukul lantai sambil mengucapkan: “Nakal…., nakal….., nakal….!!! Huh, nakal ya Dik, lantainya, sampai bikin Adik jatuh…!!!”

Kalo Anda masih melakukan hal seperti itu, berusahalah keras untuk menghilangkannya. Kalo pengasuh anak Anda berperilaku “tradisional” seperti itu untuk meredakan tangisan anak Anda, segera ingatkan untuk tidak mengulanginya lagi.

“Perilaku tradisional” seperti contoh di atas akan sangat berbahaya kalo sampai terekam kuat dalam ingatannya anak kita. Saat dewasa kelak, anak kita akan tumbuh menjadi orang yang tidak mampu bertanggung jawab dan selalu menimpakan kesalahan pada orang lain. Seperti kesalahan yang ditimpakan pada kodok atau lantai.

Lebih baik kita jelaskan pada anak untuk melangkah dan bertindak lebih hati-hati. Setiap langkah dan tindakan mengandung resiko yang harus dipertanggungjawabkan, termasuk jatuh yang mengandung resiko sakit atau luka.

sumber: http://pendidikananakislam.blogspot.com

Comments (1) »

Neno Warisman: Lagu Sarat Nasehat Rangsang Pertumbuhan Otak Anak

Mantan artis era tahun 1980-an yang juga Pakar Pendidikan Anak Neno Warisman, mengajak kaum ibu untuk menyanyikan lagu-lagu yang sarat makna nasehat, ketika sedang bercengkrama dengan anak-anak.

“Anak-anak memerlukan kedekatan secara fisik dan psikologis dengan ibunya, sehingga alangkah baiknya jika diciptakan suasana yang tenang dengan menyanyikan lagu-lagu yang banyak nasihatnya, di samping juga memperkenalkan alam sekitar untuk merangsang jaringan otak pada anak, ” katanya di hadapan 370 ibu guru Taman Kanak-Kanak (TK) se-Provinsi Banten di Serang.

Perempuan bernama lengkap Titik Widoretno itu menjelaskan, bahwa merangsang jaringan otak pada anak tersebut diperlukan, agar 100 miliar jaringan yang terdapat di dalam otak anak akan saling terkoneksi secara baik. Dalam 1 (satu) detik rangsangan, menurut dia, akan ada 1, 8 juta jaringan terbentuk, sehingga interaksi yang baik dan penuh dengan cinta kasih yang tulus akan sangat efektif dalam membentuk jaringan otak yang sempurna bagi anak-anak. Dengan demikian, lanjutnya, pola pikir dan perasaan anak dapat berkembang secara baik.

Dalam kesempatan itu Ia berpesan kepada orang tua, agar memperhatikan pola makan bagi anak-anak, yaitu pola makan yang menyelamatkan jaringan di dalam tubuh anak, khususnya jaringan otak, sehingga anak-anak dapat tumbuh secara cerdas.

“Makanlah dengan makanan yang baik dan benar, jauhi makanan dan minuman yang mengandung bahan-bahan kimia, zat pengawet dan pewarna, ” pungkas Pengasuh LSM Pendidikan Anak ini. (novel/ant)

sumber: eramuslim.com

Leave a comment »

Guru-Guruku, Apa Kabarmu Hari Ini?

oleh Febty Febriani Senin, 03 Nov 2008 07:37

Sudah berapa banyak guru-guru kehidupan yang hadir dalam puluhan tahun kehidupan kita di dunia ini? Hmm, rasanya sudah begitu banyak mereka hadir dalam kehidupan kita, memberikan sebuah pelajaran hidup. Mungkin, kita tidak menyadari kehadiran mereka. Tapi, yakinlah, setiap jejak meraka tertinggal dalam langkah-langkah kehidupan kita.

Guru TK-ku, aku dan teman-teman TK-ku memanggil beliau dengan panggilan Ibu Puk, adalah orang yang pertama membekas dalam benakku ketika menyebut tentang guru. Di sebuah TK yang tidak jauh dari rumahku, bahkan hingga kini TK itu masih berdiri, hampir setiap pagi di usia menjelang SD, ibuku mengantarku bersekolah di sana. Aku ingat, masa-masa itu adalah masa penuh bahagia. Hanya bermain. Bermain perosotan. Bermain ayun-ayunan. Bermain jungkat-jungkit. Indah, pokoknya. Lagu potong bebek angsa, naik-naik ke puncak gunung, balonku ada lima, adalah tiga lagu masa kanak-kanak yang hingga sekarang masih melekat di memoriku. Masih ada yang lain. Hmm, terasa ada perasaan miris kala membandingkan saat itu dan sekarang. Saat ini adalah hal yang hampir lumrah ketika anak-anak usia TK atau balita sekalipun sudah bisa bernyanyi lagu Peterpan, Nidji, Ungu, Dewa dan sederetan grup band yang lain. Selengkapnya

Comments (1) »

Tahun Ajaran Baru, Sekolah Baru

Sekolah Baru KBTK Al Ihsan

Sekolah Baru KBTK Al Ihsan

Alhamdulillah, atas skenario Alloh, pada tanggal 7 Juli 2008 KBTK Al Ihsan menempati kontrakan baru yang InsyaAllah lebih baik dari sebelumnya. Lokasi yang baru ini bertempat di jalan Kedung Asem no. 44 Kedung Baruk, Rungkut. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah yang lama. Hanya sekitar 15 meter di seberang jalan. Dengan dana swadaya sekolah dan pinjaman beberapa orang pengurus yayasan akhirnya didapatkan tempat belajar baru dalam waktu yang sangat singkat, kurang dari satu pekan. Padahal tanggal 14 Juli para siswa sudah mulai masuk sekolah. Alhamdulillah.

Namun pihak yayasan masih punya tanggungan untuk menyelesaikan dana angsuran sisa untuk biaya kontrak tahun kedua yang harus dilunasi juga akhir tahun ini. Selain itu juga diperlukan dana yang tidak sedikit untuk mempercantik interior maupun eksterior rumah yang sudah kelihatan usang. Masalah finansial yang cukup pelik dan belum juga terselesaikan hanya dengan segelinitr donatur dan iuran SPP siswa yang berkisar tiga puluh ribuan/ bulan untuk ukuran kelas Islam Terpadu unggulan. Semoga dari sini ada dermawan yang bersedia menjadi donatur untuk bersama-sama mewujudkan sekolah berkualitas untuk kalangan menengah ke bawah. Silahkan kontak langsung ke Bpk. Ali Mustofa (Ketua Yayasan) di nomer 085646256652🙂

Comments (2) »

Pelepasan Wisuda TK B 2008

Wisuda TK B 2008

Wisuda TK B 2008

Hari Sabtu tanggal 13 Juni 2008 bertempat di gedung pertemuan Rusun Penjaringan diselenggarakan acara pelepasan wisuda TK B KBTK Al Ihsan. Acara dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.30 WIB. Acara dihadiri oleh semua orang tua atau wali murid baik kelas Kelompok Belajar, TK A maupun TK B. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan unjuk kemampuan siswa-siswi KBTK Al Ihsan.

Di tengah-tengah acara diadakan talk show tentang pendidikan anak usia dini. Dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dan piala kepada siswa-siswi yang berprestasi. Yang spesial siswa-siswi TK Al Ihsan berhasil meraih piala kejuaraan balap klompen tingkat Surabaya yang diadakan oleh forum Jaringan Sekolah Islam Terpadu beberapa waktu yang lalu di Kebun Bibit.

Acara diakhiri dengan penyerahan tali kasih kepada Ibu-ibu guru TK Al Ihsan oleh Dewan Wali Murid. Kemudian dilanjutkan dengan doa penutup oleh Bapak Muhailil selaku Ketua RT di lingkungan setempat sekaligus pengurus yayasan.

Leave a comment »

Islam Dan Pendidikan Anak

Sabda Rasul SAW: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.(HR. Bukhari).

Anak adalah karunia Allah yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Ia menjadi tempat curahan kasih sayang orang tua. Namun sejalan dengan bertambahnya usia sang anak, muncul “agenda persoalan” baru yang tiada kunjung habisnya. Ketika beranjak dewasa anak dapat menampakkan wajah manis dan santun, penuh berbakti kepada orang tua, berprestasi di sekolah, bergaul dengan baik dengan lingkungan masyarakatnya, tapi di lain pihak dapat pula sebaliknya. Perilakunya semakin tidak terkendali, bentuk kenakalan berubah menjadi kejahatan, dan orangtua pun selalu cemas memikirkanya.

Dr. Abdullah Nashih ‘ulwan, dalam bukunya „Tarbiyatul Aulad” menegaskan, hanya ada satu cara agar anak menjadi permata hati dambaan setiap orangtua, yaitu melalui pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Islam.

Islam telah memberikan dasar-dasar konsep pendidikan dan pembinaan anak, bahkan sejak masih dalam kandungan . Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam, Insya allah ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-nya serta berbakti kepada orengtuanya.

Upaya dalam mendidik anak dalam naungan Islam sering mengalami kendala. Perlu disadari disini, betapa pun beratnya kendala ini, hendaknya orangtua bersabar dan menjadikan kendala-kendala tersebut sebagai tantangan dan ujian.

Dalam mendidik anak setidaknya ada dua macam tantangan, yang satu bersifat internal dan yang satu lagi bersifat eksternal. Kedua tantangan ini sangat mempengaruhi perkembangan anak.

Sumber tantangan internal yang utama adalah orangtua itu sendiri. Ketidakcakapan orangtua dalam mendidik anak atau ketidak harmonisan rumah tangga. Sunatullah telah menggariskan, bahwa pengembangan kepribadian anak haruslah berimbang antara fikriyah (pikiran), ruhiyah (ruh), dan jasadiyahnya (jasad).

Tantangan eksternal pun juga sangat berpengaruh dan lebih luas lagi cakupannya. Tantangan pertama bersumber dari lingkungan rumah. Informasi yang yang didapat melalui interaksi dengan teman bermain dan kawan sebayanya sedikit banyak akan terekam. Lingkungan yang tidak islami dapat melunturkan nilai-nilai islami yang telah ditanamkan di rumah.

Yang berikutnya adalah lingkungan sekolah. Bagaimanapun juga guru-guru sekolah tidak mampu mengawasi anak didiknya setiap saat. Interaksi anak dengan teman-teman sekolahnya apabila tidak dipantau dari rumah bisa berdampak negatif. Sehingga memilihkan sekolah yang tepat untuk anak sangatlah penting demi terjaganya akhlak sang anak. Anak-anak Muslim yang disekolahkan di tempat yang tidak islami akan mudah tercemar oleh pola fikir dan akhlak yang tidak islami sesuai dengan pola pendidikannya, apalagi mereka yang disekolahkan di sekolah nasrani sedikit demi sedikit akhlak dan aqidah anak-anak Muslim akan terkikis dan goyah. Sehingga terbentuklah pribadi-pribadi yang tidak menganal islam secara utuh.

Disamping itu peranan media massa sangat pula berpengaruh. Informasi yang disebarluaskan media massa baik cetak maupun elektronik memiliki daya tarik yang sangat kuat. Jika orang tua tidak mengarahkan dan mengawasi dengan baik, maka si anak akan menyerap semua informasi yang ia dapat, tidak hanya yang baik bahkan yang merusak akhlak.

Meskipun banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak, orang tua tetap memegang peranan yang amat dominan, sebagaiman sabda Rasul SAW:

“Setiap anak dilahirkan dalm keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.” (Hr.Bukhari).

Dalam mendidik anak orang tua hendaknya berperan sesuai dengan fungsinya. Masing-masing saling mendukung dan membantu. Bila salah satu fungsi rusak, anak akan kehilangan identitas. Pembagian tugas dalam Islam sudah jelas, peran ayah tidak diabaikan, tapi peran ibu menjadi hal sangat penting dan menentukan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orangtua Muslim dalam mendidik anak:

  • Orang tua perlu memahami apa yang dimaksud dengan pendidikan anak dan tujuannya.
  • Banyak menggali informasi tentang pendidikan anak.
  • Memahami kiat mendidik anak secara praktis. Dengan demikian setiap gejala dalam tahap-tahap pertumbuhan anak dapat ditanggapi dengan cepat.

Sebelum mentransfer nilai, kedua orang tua harus melaksanakan lebih dulu dalam kehidupan sehari-hari. Karena di usia kecil, anak-anak cerdas cenderung meniru dan merekam segala perbuatan orang terdekat. Bersegera mengajarkan dan memotivasi anak untuk menghafal Al-Quran. Kegunaannya di samping sejak dini mengenalkan Yang Maha Kuasa pada anak, juga untuk mendasari jiwa dan akalnya sebelum mengenal pengetahuan yang lain. Menjaga lingkungan si anak, harus menciptakan lingkungan yang sesuai dengan ajaran yang diberikan pada anak.

Memang usaha mendidik anak tidaklah semudah membalik tangan. Perlu kesabaran dan kreativitas yang tinggi dari pihak orang tua.

Simaklah perkataan Sayyid Qutb, yang mempunyai ayah sebagai panutannya: “Semasa kecilku, ayah tanamkan ketaqwaan kepada Allah dan rasa takut akan hari akhirat. Engkau tak pernah memarahiku, namun kehidupan sehari-harimu telah menjadi teladanku, bagaimana prilaku orang yang ingat akan hari akhir.

sumber: http://www.boemi-islam.com

Comments (1) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.